
Amerika Serikat telah menyetujui penjualan lima helikopter multimisi MH-60R Seahawk kepada Selandia Baru dalam kesepakatan senilai sekitar US$ 1,5 miliar.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS dan merupakan bagian dari upaya Wellington untuk memodernisasi Angkatan Bersenjatanya serta memperluas kemampuan pertahanan maritimnya.
Pesawat tersebut akan menggantikan armada helikopter SH-2G(I) Super Seasprite milik Angkatan Laut Selandia Baru saat ini. MH-60R dianggap sebagai salah satu helikopter angkatan laut paling canggih di dunia dan banyak digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat serta sekutu seperti Australia.

Paket tersebut mencakup tidak hanya lima helikopter, tetapi juga mesin cadangan, radar, sensor, sistem perang antikapal selam, torpedo Mk 54, rudal AGM-114 Hellfire, senapan mesin, serta peralatan pelatihan dan pemeliharaan.
Menurut pemerintah AS, akuisisi ini akan meningkatkan kemampuan Selandia Baru untuk melindungi infrastruktur kritisnya, memperkuat pertahanan wilayah nasional, dan berpartisipasi dalam operasi gabungan dengan negara-negara mitra. Interoperabilitas dengan pasukan Australia disebut sebagai salah satu keuntungan utama dari kesepakatan tersebut.

Pembelian ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas yang diumumkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Christopher Luxon untuk meningkatkan belanja militer negara tersebut. Wellington berencana menginvestasikan sekitar US$ 5,23 miliar dana tambahan untuk pertahanan dalam beberapa tahun mendatang dan menaikkan anggaran militer menjadi sekitar 2% dari PDB, sebagai respons terhadap lingkungan strategis yang semakin kompetitif di kawasan Indo-Pasifik.
Foto: Lockheed Martin. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
